H.R. AJI SOERIAATMADJA, S.H., M.H.
Rilisberita.id,Sumedang — Di tengah derasnya arus modernisasi, nama H.R. Aji Soeriaatmadja, S.H., M.H. atau akrab disapa Budi Aji Soeriaatmadja – Martadiredja* terus harum sebagai salah satu tokoh yang gigih merawat warisan leluhur.
Beliau merupakan tokoh adat, pengurus, sekaligus keturunan resmi trah di lembaga adat modern Keraton Sumedang Larang.

Garis Keturunan dan Tanggung Jawab Adat
Sebagai pemangku Trah Pangeran Aria Soeria Atmadja, Bupati Sumedang ke-29 yang legendaris, tanggung jawab yang diemban H.R. Aji bukan sekadar simbolis.
Beliau memikul amanah untuk menjaga nilai-nilai luhur, etika, dan sejarah Sunda agar tidak tergerus zaman.
“Menjadi keturunan bukan hanya soal nama besar, tapi soal menjaga kehormatan dan melanjutkan tugas leluhur untuk masyarakat,” ujar sumber dari internal Keraton.
Aktif di Forum Silaturahmi Keraton Sumedang Larang.
Dalam struktur organisasi, H.R. Aji menjabat sebagai Pengurus Forum Silaturahmi Keraton Sumedang Larang.
Perannya mencakup 2 hal utama:
1. Di Internal Keraton : Merawat benda pusaka, naskah kuno, dan tata cara upacara adat agar tetap sesuai pakem.
2.Di Eksternal Keraton : Menjadi perwakilan resmi kebudayaan dalam berbagai forum, baik dengan pemerintah, akademisi, maupun keraton lain se-Nusantara.
Tujuannya satu: menjaga kelestarian sejarah dan identitas Sunda agar tetap hidup dan relevan.
Hadir di Panggung Nasional
Komitmen beliau pada adat tidak hanya di Sumedang. H.R. Aji Soeriaatmadja beberapa kali dipercaya mengawal prosesi adat tingkat nasional.
Salah satu yang paling dikenang adalah saat beliau membawa iring-iringan Panji Kebesaran Karaton Sumedang Larang dalam defile HUT RI di Istana Negara 2026.
Momen tersebut menjadi bukti bahwa Keraton Sumedang Larang masih eksis dan dihargai sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Menjembatani Adat dan Zaman
Dengan latar belakang hukum ,S.H., M.H, H.R. Aji juga dikenal piawai menjembatani nilai adat dengan regulasi modern. Ia aktif dalam diskusi pelestarian cagar budaya, hak kekayaan intelektual budaya, hingga penguatan peran lembaga adat di era digital.
Bagi masyarakat Sumedang, kehadiran tokoh seperti H.R. Aji Soeriaatmadja menjadi jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang harus tetap berakar pada budaya. ( Rd.Hadi )
Forum komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu ( FKWSB )
