Dewan Pembina Nilai Langgar AD/ART dan Abaikan Perintah Pembina
Rilisberita.id, SUKABUMI – Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu (FKWSB) diguncang keputusan besar. Dewan Pembina secara resmi memecat Ketua Umum E. Hamid dan Sekretaris Jenderal Wildan secara tidak hormat.
Pemecatan tersebut ditegaskan langsung oleh Pembina FKWSB, Rd. Hadi Haryono, C.CPL.
“Terhitung hari ini, Rabu 16 September 2026, Sdr. E. Hamid sebagai Ketum dan Saudara Wildan sebagai Sekjen FKWSB secara resmi saya pecat dan diberhentikan secara tidak hormat dari kepengurusan FKWSB,” tegas Rd. Hadi Haryono.
Adapun alasan pemecatan tersebut sangat jelas dan fundamental.
ALASAN PEMECATAN:
1. Terbukti secara sah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FKWSB.
2. Tidak pernah menggubris, mengindahkan, dan melaksanakan perintah serta instruksi dari Dewan Pembina selaku pemegang kekuasaan tertinggi organisasi.
3. Dianggap tidak mampu menjaga marwah, kekompakan, dan tujuan awal berdirinya FKWSB.
DASAR HUKUM PEMECATAN (AD/ART FKWSB):
Pemecatan tidak hormat ini mengacu pada AD/ART FKWSB, yaitu:
BAB IV Pasal 6 Ayat 2 dan 3 Tentang Kewenangan Dewan Pembina:
Ayat 2: Dewan Pembina berwenang penuh memberikan teguran, Surat Peringatan (SP), skorsing, hingga pemberhentian pengurus.
Ayat 3: Dewan Pembina dapat mengambil alih keputusan tertinggi organisasi jika Ketua Umum dan Sekjen dianggap tidak cakap dan melanggar AD/ART.
BAB V Pasal 7 Tentang Kewajiban Pengurus:
Ketua Umum dan Sekjen WAJIB tunduk dan patuh terhadap AD/ART dan segala instruksi Dewan Pembina. Kelalaian terhadap hal tersebut adalah pelanggaran berat.
BAB VI Pasal 8 Tentang Sanksi dan Pemberhentian:
Ayat 2: Anggota dan/atau pengurus yang terbukti melanggar AD/ART secara berat dan tidak mengindahkan SP-1, SP-2, dapat diberhentikan secara tidak hormat melalui Rapat Dewan Pembina.
Ayat 3: Pemberhentian tidak hormat dilakukan jika pengurus dengan sengaja mengabaikan perintah Pembina dan merugikan nama baik organisasi.
Bab 8 Ayat 4: Keputusan pemberhentian tidak hormat oleh Dewan Pembina bersifat final dan mengikat.
“Maka dengan mengacu pada pasal tersebut, saya nyatakan E. Hamid dan Wildan sudah bukan lagi bagian dari FKWSB. Segala atribut dan nama FKWSB yang masih dipakai mereka adalah ilegal,” pungkas Rd. Hadi.
Hingga berita ini diturunkan, Dewan Pembina akan segera menunjuk Plt. Ketua Umum dan Plt. Sekjen untuk mengisi kekosongan kepemimpinan FKWSB.
Sementara itu, Rd.Hadi memerintahkan segala surat surat penting atau Regalitas Dokumentasi FKWSB untuk diserahkan selambat lambatnya dua hari setelah berita pemecatan ini dibuat,yaitu kepada ketua Harian igun raiguna.( *)
