
Oleh Rd.Hadi haryono
Rilisberita.id,Jakarta– Tidak ada jaminan bahwa orang baik selalu dimuliakan di dunia. Namun, dalam pandangan agama, kemuliaan tertinggi datang dari Allah SWT, bukan dari penilaian manusia. Kemuliaan duniawi bisa didapat dari amal baik yang bermanfaat bagi orang lain, sementara kemuliaan sejati dalam Islam diukur dari ketakwaan dan amal saleh, yang menjanjikan kehidupan baik di dunia dan pahala lebih baik di akhirat.
Kemuliaan menurut agama
Kemuliaan di sisi Allah: Menurut Al-Qur’an, orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.Kehidupan baik dan pahala.Orang yang beriman dan berbuat baik dijanjikan kehidupan yang baik di dunia dan pahala yang berlipat ganda di akhirat.
Serta diberi derajat lebih tinggi: Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat,dan kemuliaan di dunia yang bermanfaat bagi sesama.
Orang yang paling bermanfaat bagi manusia dianggap sebagai manusia terbaik.Kemuliaan tidak selalu diperlihatkan.
Konsep kemuliaan tidak selalu terlihat dari kemewahan atau status sosial. Seseorang yang mendapatkan musibah lalu bersabar juga merupakan hal yang baik baginya.
Kemuliaan bergantung pada sudut pandang, dan kemuliaan di mata manusia bisa berbeda dengan kemuliaan di hadapan Allah. Seseorang bisa saja tidak kaya atau berkedudukan, namun tetap dimuliakan karena kebaikan hatinya dan ketakwaannya. ( **)
