Ilustrasi
Rilisberita.id,Sukabumi – kecurangan sppg mbg, badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan kecurangan masif oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti pemotongan anggaran bahan pangan (dari Rp10.000 menjadi Rp6.500) dan kualitas makanan rendah. Lebih dari 1.000 SPPG telah ditutup/ditangguhkan karena melanggar aturan.
Berikut rincian kecurangan SPPG MBG berdasarkan informasi terbaru:
Bentuk Kecurangan: Mitra SPPG diduga memotong anggaran bahan pangan, pengurangan porsi atau kualitas bahan baku (gizi tidak sesuai standar), dan konflik kepentingan dalam pemilihan mitra dapur.
Dampak: Anggaran Rp10.000 per porsi disunat menjadi sekitar Rp6.500, merugikan siswa dan berpotensi menimbulkan korupsi sistemik senilai Rp1,8 miliar per tahun di setiap SPPG.
Tindakan BGN: Lebih dari 1.000 dapur SPPG bermasalah telah ditutup dan ditangguhkan, sementara BGN melakukan investigasi untuk memastikan kepatuhan SOP.
Pengawasan: Sekolah berhak menolak atau mengembalikan makanan jika tidak layak konsumsi, dan SPPG diperingatkan untuk mematuhi standar gizi dan kuantitas yang ditetapkan.
Transparency International Indonesia
Kecurangan ini dinilai mengancam keberhasilan program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah
[14/4, 08.57] Bismilah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia mendapat perhatian khusus dari sisi kesehatan dan regulasi kehalalan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Berdasarkan perkembangan terbaru:
Pengawasan Kesehatan & BPJPH (Halal): BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) aktif mempercepat sertifikasi halal pada dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia. Hal ini krusial untuk memastikan aspek kehalalan dan kebersihan (higiene) makanan yang disajikan.
Evaluasi oleh MUI: MUI menegaskan bahwa program MBG adalah langkah strategis yang didukung, namun diperlukan evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki tata kelola agar tepat sasaran.
Pentingnya Keamanan Pangan: Menyusul kejadian keracunan makanan di beberapa daerah, Dinkes berfokus pada asesmen kebersihan pangan di dapur MBG.
Kebijakan Bahan Baku: Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahan makanan MBG tidak boleh disimpan berhari-hari, harus dihabiskan di hari yang sama untuk menjaga gizi dan keamanan.
Pendekatan Religi: MUI juga mendorong pendekatan religius seperti dzikir dan doa bersama di sekolah, terutama untuk keselamatan, yang dikaitkan dengan upaya bersama dalam program ini.
MUI – Majelis Ulama Indonesia
Secara keseluruhan, MBG dinilai positif sebagai langkah mengatasi stunting dan kekurangan gizi, namun memerlukan pengawasan ketat baik dari segi gizi (Kesehatan) maupun kehalalan (MUI).( Hadi )
