Ilustrasi dapur MBG
Dari Berbagai Sumber
Rilisberita.id, jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berubah menjadi masalah besar akibat maraknya penyimpangan tata kelola, termasuk dugaan korupsi besar pada tata laksana Satuan Pangan dan Gizi (SPPG) yang merugikan negara triliunan rupiah, masalah distribusi, hingga kasus keracunan makanan.
Dampak dan akar masalah dari polemik program ini meliputi:
Praktik Korupsi dan Nepotisme: Kejaksaan Agung bersama Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri penyimpangan anggaran negara. Terdapat indikasi jual beli titik SPPG dan ratusan yayasan mitra yang terafiliasi dengan aktor politik serta.Pembengkakan Biaya dan Anggaran.
Jumlah titik dapur SPPG yang tidak terkendali menyebabkan potensi pemborosan anggaran negara hingga miliaran rupiah per bulan, yang memicu pemerintah untuk melakukan audit dan penataan ulang secara menyeluruh.
Krisis Kepercayaan Publik: Masalah logistik lokal di beberapa daerah yang tidak merata serta insiden keracunan di sekolah telah memicu perdebatan publik terkait efektivitas dan penghentian program ini. ( Hadi )
