Rilisberita.id, Sukabumi – Tradisi Buka Luwur umumnya diadakan pada bulan Muharram (Suro), bukan pada bulan Maulid Nabi (Rabiul Awal). Meskipun begitu, pelaksanaan upacara keagamaan ini sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai Sholawat dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW beserta para Aulia Allah SWT.

Apa itu Tradisi Buka Luwur?
Buka Luwur adalah ritual membuka dan mengganti kain mori putih (kelambu) yang menyelubungi makam para Wali Allah atau ulama besar.
Wali Allah yang Memiliki Tradisi Buka Luwur Terbesar Seperti Sunan Kudus: Acara paling ikonik diadakan setiap tanggal 10 Muharram di Kompleks Masjid Menara Kudus.
Sunan Muria: Diadakan juga di bulan Muharram.

Syekh Maulana Ibrahim Maghribi: Serta tokoh ulama lain di wilayah Jawa Tengah.
Prosesi Utama dalam Acara
Pelepasan Luwur: Kain penutup makam yang lama dicopot.
Di isi dengan Pembacaan Doa: Serta dengan tahlil, khataman Al-Qur’an, dan selawat.Pemasangan Luwur Baru: Kain mori baru dipasang kembali dengan rapi.
Seperti kemarin kamis 27/8/26 tepatnya Malam jum’at yang bertepatan dengan kalender islam yaitu tanggal 14 Masehi.
Pembukaan Luwur Wali Allah trah keturunan Raja Mataram ketiga yaitu Mama H.Raden Saenam Sakti yang berlokasi di kampung Cicewol , Desa Mekarsari, kecamatan Cicurug kabupaten Sukabumi.
Sebelum melaksanakan Acara Sakral tersebut yaitu terlebih dahulu mengulas sejarah kelahiran Nabi Besar yaitu Nabi Muhammad SAW, Sebab pembukaan Luwur Mama H.Raden Saenam Sakti Bertepatan Dengan Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Raden Hadi haryono, C.CPL Panglima Adat Laskar Kuda Putih Arya Kemuning Keraton Kasepuhan Cirebon Perwakilan Kokab Sukabumi yang didampingi ustad Acep, ustad Sarif hidatullah, dan para santri mengelar acara sakral tersebut yaitu penggantian Luwur Wali Allah Mama H.Raden Saenam Sakti dengan penuh khidmat.
Pengantian Luwur Mama H.Raden Sakti ini Rutin di adakan Setiap 14 Maulid Kalender islam, dan hal ini Sudah berjalan selama tiga tahun. ( Red )
