Ilustrasi
Rilisberita.id,Sukabumi – Sebanyak 28 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tersebar di 6 desa se-Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, telah merealisasikan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2026.
Dana BOSP yang merupakan program pemerintah pusat untuk mendukung operasional pendidikan ini telah dicairkan pada tahap pertama dan telah dimanfaatkan oleh masing-masing lembaga untuk kebutuhan belajar mengajar.
Ketua Forum Pengelola PAUD Kecamatan Ciambar menyebutkan, 28 lembaga tersebut terdiri dari Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS). Semua lembaga penerima BOSP telah menyelesaikan proses pencairan dan pelaporan melalui sistem RKAS.
Digunakan Sesuai Juknis
Menurutnya, penggunaan dana BOSP PAUD tahun 2026 telah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan tentang Petunjuk Teknis BOSP. Anggaran tersebut difokuskan untuk empat kebutuhan utama.
“Alhamdulillah, 28 PAUD di Ciambar sudah realisasikan BOSP. Peruntukannya jelas, pertama untuk kegiatan operasional pembelajaran dan bermain anak. Kedua untuk pembelian Alat Permainan Edukatif atau APE dan buku-buku. Ketiga untuk biaya administrasi, kebersihan, dan pemeliharaan sarana. Keempat untuk peningkatan kapasitas guru-guru PAUD,” jelasnya kepada Rilisberita.id, kamis (10 /09/2026).
Ia menegaskan, seluruh pengelola berkomitmen untuk mengelola dana secara transparan dan akuntabel. Setiap pengeluaran dicatat dan dilaporkan secara digital melalui aplikasi RKAS dan SiPLah, sehingga dapat dipantau oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.
Harapan dan Pengawasan
Sementara itu, Pembina Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu, Rd. Hadi Haryono, C.CPL, menyambut baik terealisasinya dana BOSP PAUD di kecamatan Ciambar. Ia berharap dana tersebut benar-benar memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
“Kami dari Forum Wartawan akan terus melakukan kontrol sosial. Kami apresiasi 28 PAUD di Ciambar yang sudah merealisasikan BOSP secara transparan. Pendidikan usia dini adalah pondasi emas. Jangan sampai dana untuk anak-anak kita ini diselewengkan. Harus tepat sasaran,” tegas Rd. Hadi Haryono, C.CPL.
Ia menambahkan, kebebasan pers dan peran wartawan sebagai kontrol sosial harus tetap berjalan untuk memastikan setiap anggaran pendidikan yang bersumber dari uang rakyat diawasi dengan ketat.
Dengan terealisasinya BOSP 2026 ini, diharapkan 28 PAUD di Kecamatan Ciambar dapat semakin maju dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak di wilayah Ciambar. ( * )
