Ilustrasi
Rilisberita.id,Jakarta – Baru baru ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK ), dan Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan berbagai potensi kecurangan (fraud) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama berupa pemotongan anggaran makanan, yang seharusnya Rp10.000 menjadi Rp8.000 di tingkat daerah.
Modus lainnya meliputi pengurangan porsi dan gizi, penggunaan bahan tidak standar, dapur tidak higienis, serta ketidaktransparan pemilihan vendor SPPG.
Berikut adalah rincian kecurangan-kecurangan terkait program MBG.
Diantaranya telah terjadi adanya dugaan Pemotongan Anggaran (Korupsi Anggaran).
Laporan menunjukkan pengurangan nilai makanan dari yang seharusnya diterima oleh anak-anak.
Kualitas Makanan Tidak Standar: Temuan di lapangan menunjukkan porsi dikurangi, gizi tidak sesuai, dan makanan kadang tidak layak konsumsi (misal: telur rebus busuk).
Permainan Vendor (SPPG): Adanya indikasi perlakuan khusus atau “permainan” dalam pemilihan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
Penggunaan Wadah Berbahaya: Ditemukan penggunaan wadah makanan plastik tipis yang berbahaya bagi kesehatan, tidak sesuai standar, terutama saat makanan panas.
Ketidaktransparan dan Pengawasan Lemah: Potensi penyimpangan besar karena pengawasan di tingkat daerah yang belum optimal.
Risiko Korupsi Sistemik: Kajian menyebutkan besarnya anggaran berisiko membebani negara jika tidak dikelola transparan.
Pemerintah terus memantau dan menekankan perbaikan pada transparansi, serta berjanji menindaklanjuti temuan-temuan tersebut untuk mencegah dampak buruk bagi kesehatan penerima manfaat.
Sementara itu, Hadi haryono,Selaku Ketua umum forum komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu ( FKWSB),dan bung Hadipun merupakan Ketua DPC Sukabumi, Pada Badan Bantuan Hukum Perkumpulan Advokat Solidaritas Merdeka Indonesia ( Pembasmi,Sebagai paralegal
Dirinya mengajak kepada seluruh elemen Organisasi,baik LSM,Ormas,Wartawan,dan masyarakat agar mengontrol para penyedia barang dan jasa dalam program MBG yang ada di kokab Sukabumi.
” Mari kita bergandeng tangan untuk mengontrol para penyedia barang dan jasa pada program MBG yang ada di kokab Sukabumi ini,dengan tujuan apakah makanan yang akan disajikan kepada para generasi penerus bangsa yaitu para pelajar sudah layak untuk di komsumsi atau tidak”, terang Hadi.
Lebih lanjut dikatakannya” bila perlu bawa semple makanan yang ada di Depot Depot atau dapur MBG ,bawa ke laboratorium untu di cek apakah sudah layak di komsumsi atau belum “, tegas Hadi.( C.A.F )
