Pakaian Batik Adat Kesultanan Keraton Kasepuh Cirebon
Rilisberita.id, Jakarta – Pakaian adat dan pusaka di Keraton Kasepuhan Cirebon memadukan pengaruh Islam, Sunda, dan Jawa. Busana ini sangat sakral karena sarat akan nilai filosofis dan sejarah, sehingga penggunaannya membutuhkan aturan serta tata krama khusus sesuai dengan warisan budaya Keraton.
Keunikan dan Aturan Busana Keraton Kasepuhan
Busana Resmi Keraton: Biasanya berupa Beskap Cirebonan (pria) dan Kebaya Cirebonan (wanita) yang dipadukan dengan kain batik tulis pesisiran bermotif khas seperti Mega Mendung.
Makna Spiritual: Atribut seperti warna, ikat kepala, dan bentuk lipatan kain melambangkan ajaran filosofi hidup, kepemimpinan, dan nilai-nilai Islam.
Aturan Penggunaan: Atribut khusus atau pakaian pusaka hanya boleh dikenakan oleh keluarga keraton, keturunan sunan, atau abdi dalem pada momen upacara adat tertentu (misalnya pelantikan, Grebeg Syawal, atau peringatan Maulid Nabi).
Aturan Bagi Pengunjung
Bagi Anda yang sekadar berkunjung untuk mempelajari sejarah, tidak ada larangan khusus dalam berpakaian. Namun, demi menjaga kesakralan dan norma kesopanan kompleks keraton, pihak keraton sangat menganjurkan pengunjung untuk mengenakan pakaian yang rapi, tertutup, dan sopan.( Hadi )
