Ilustrasi
Dari Berbagai Sumber
Rilisberita.id, Cirebon – Raden Cakrabuana (juga dikenal sebagai Pangeran Walangsungsang) adalah pendiri Kesultanan Cirebon. Putra sulung Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran ini membangun pedukuhan Cirebon (Caruban Nagari) sekitar tahun 1430 M setelah meninggalkan istana. Ia kemudian menjadi raja pertama yang menyebarkan Islam dan membangun Keraton Pakungwati.
Perjalanan sejarah pendiri Cirebon ini sangat erat kaitannya dengan latar belakang berdirinya wilayah tersebut:
Latar Belakang: Lahir dengan nama Raden Walangsungsang, ia adalah putra dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) dan Nyi Subang Larang. Karena ibunya memeluk Islam dan ia mendapat hidayah, ia meninggalkan istana Pajajaran untuk memperdalam ajaran Islam dan menghindari konflik internal.
Membangun Cirebon: Bersama Ki Gedeng Alang-Alang, ia membuka pedukuhan di wilayah pesisir yang diberi nama Cirebon (awalnya Caruban), yang kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan penting.
Penyebaran Islam & Pemerintahan: Setelah menunaikan ibadah haji, ia bergelar Haji Abdullah Iman atau Pangeran Cakrabuana. Ia mendirikan Masjid Pejlagrahan (1431 M) sebagai tempat ibadah para nelayan dan mendirikan Keraton Pakungwati pada tahun 1430–1479.
Pengakuan Pajajaran: Kakeknya, Raja Galuh Dewa Niskala, mengakui kepemimpinannya dan melantiknya secara resmi sebagai penguasa daerah bergelar Tumenggung Sri Mangana.
Pangeran Cakrabuana meletakkan fondasi yang kuat bagi Cirebon sebelum tahtanya diteruskan oleh keponakan sekaligus menantunya, Sunan Gunung Jati. ( Hadi )
