Rilisberita.id, Sukabumi – Akun media sosial TikTok bernama “Abah 80” mendapat sorotan tajam dari Pembina Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu, Rd. Hadi Haryono,C.CPL.
Rd. Hadi menyayangkan konten-konten Abah 80 yang dinilai monoton dan hanya menyudutkan satu pihak, yakni wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
“Setiap buka unggahan Abah 80, isinya wartawan dan LSM terus yang dibahas. Kesannya wartawan dan LSM itu buruk semua. Ini tidak mendidik dan tidak berimbang,” ujar Rd. Hadi Haryono, Jum’at 11 September 2026.
Menurutnya, jika memang Abah 80 ingin tampil sebagai kontrol sosial dan tokoh yang peduli rakyat, seharusnya ia juga berani membahas isu yang lebih besar yang merugikan rakyat secara langsung, yaitu korupsi pejabat.
TANTANG BAHAS KORUPSI
“Saya tantang Abah 80, coba sekali-kali bahas pejabat yang korupsi. Jangan cuma berani sama wartawan dan LSM yang kerjanya di lapangan. Berani tidak bahas korupsi bansos, korupsi proyek jalan, korupsi Anggaran desa? Itu baru namanya berani dan peduli rakyat”,tegas Rd. Hadi.
Rd. Hadi menilai, wartawan dan LSM justru adalah mitra rakyat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Tanpa wartawan dan LSM, banyak kasus korupsi yang tidak akan pernah terungkap ke permukaan.
SEAKAN PALING SUCI, MENASEHATI BERLEBIHAN ITU DOSA
Lebih jauh, Rd. Hadi juga mengkritik gaya penyampaian Abah 80 yang dinilai seakan-akan dirinya paling suci dan paling benar.
“Abah 80 ini yang seakan-akan dirinya paling suci. Gayanya selalu menasehati, menggurui wartawan dan LSM. Padahal kita semua tahu, menasehati orang secara berlebihan itu dosa,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, menasehati secara berlebihan tanpa diminta dan tanpa introspeksi diri adalah bentuk kesombongan dan merasa diri paling benar.
“Orang yang terus-terusan menasehati seolah dia tidak pernah salah, itu justru dosa. Karena dia merendahkan orang lain dan meninggikan dirinya sendiri. Lebih baik Abah 80 introspeksi diri dulu sebelum menasehati orang lain,” pungkas Rd. Hadi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola akun TikTok Abah 80 belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut. Publik kini menanti apakah konten Abah 80 akan lebih berimbang dengan turut membahas isu korupsi oknum pejabat.
MENASEHATI BERLEBIHAN ITU DOSA – ADA HADISNYA!
Menurut Rd. Hadi, dalam Islam pun menasehati tidak boleh berlebihan, tidak boleh setiap hari, tidak boleh menggurui seakan paling benar. Hal ini bahkan telah dicontohkan langsung oleh Rosulullah SAW.
Rd. Hadi mengutip Hadis Sohih yang menjadi pegangan:
1. HADIS ROSULULLAH SAW MEMILIH WAKTU UNTUK MENASEHATI, TAKUT UMAT BOSAN
Dari Abdullah bin Mas’ud RA berkata:
“Adalah Nabi Muhammad SAW memilih waktu-waktu (yang tepat) untuk memberi nasehat kepada kami, karena khawatir kami akan bosan”. (HR. Bukhari No. 68 dan Muslim No. 2821)
Bahkan Rosulullah SAW yang mulia, yang perkataannya wahyu, tidak mau menasehati setiap hari! Beliau memilih waktu yang tepat karena takut sahabatnya bosan dan jenuh. Apalagi Abah 80 yang hanya manusia biasa, tapi setiap hari menasehati wartawan dan LSM.
2. HADIS TENTANG KELEMBUTAN DALAM MENASEHATI
“Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan dalam segala urusan.”(HR. Bukhari dan Muslim)
Menasehati yang berlebihan dengan cara menghakimi, menyudutkan wartawan dan LSM di TikTok, itu bukan lembut, itu kasar dan menyakiti. Itu bukan nasehat, itu hinaan.
3. HADIS AGAMA ITU NASEHAT, TAPI DENGAN ADAB
“Agama itu adalah nasehat”. Para sahabat bertanya, “Untuk siapa wahai Rosulullah?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan untuk kaum muslimin umumnya”, (HR. Muslim No. 55)
Nasehat dalam Islam tujuannya untuk kebaikan, bukan untuk merasa paling suci dan merendahkan orang lain. Kalau nasehatnya untuk menjatuhkan wartawan dan LSM, itu bukan nasehat agama, tapi nasehat hawa nafsu.

Pembina forum komunitas wartawan Sukabumi Bersatu, Rd.Hadi haryono,C.CPL
“Jadi jelas, Abah 80 ini harus belajar dari Rosulullah SAW. Rosulullah saja tidak berlebihan dalam menasehati, masa Abah 80 yang seakan-akan paling suci ini setiap hari kerjanya menasehati? Itu dosa karena menimbulkan kebosanan dan kesombongan” pungkas Rd. Hadi.
TANTANGAN UNTUK ABAH 80
Rd. Hadi kembali menegaskan tantangannya: Jika Abah 80 memang tokoh pemberani dan suci, buktikan dengan membahas oknum pejabat yang korupsi.
“Jangan cuma berani sama wartawan dan LSM yang kecil. Coba bahas pejabat korupsi! Itu baru sesuai dengan Hadis, nasehat untuk pemimpin kaum muslimin yang korup. Berani tidak Abah 80?” tutupnya.
Hingga kini, akun TikTok Abah 80 belum menjawab tantangan tersebut dan masih terpantau mengunggah konten yang menyudutkan wartawan dan LSM. ( *)
