Sahat Simangunsong,S.H., Anggota DPRD Kota Sukabumi fraksi Partai Nasdem
Rilisberita.id,Sukabumi Kota – Tokoh publik sekaligus Anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi NasDem, Sahat Simangunsong, S.H., CPM, menegaskan pentingnya kemandirian dan legitimasi sebagai fondasi utama dalam membangun politik yang sehat dan berkarakter.
Menurut Sahat, kemandirian finansial menjadi prasyarat penting agar seorang politisi mampu bersikap jujur, tegas, dan tidak mudah ditekan oleh kepentingan jangka pendek. Ia menilai, tanpa kemandirian, keputusan politik cenderung kehilangan keberanian dan arah.
“Politik tanpa kemandirian finansial itu rapuh. Keputusan yang diambil sering kali bukan karena keberanian, tetapi karena ketergantungan”,ujar Sahat.
Namun demikian, Sahat menekankan bahwa kekuatan finansial saja tidak cukup untuk membangun politik yang kuat. Ia menyebut legitimasi publik sebagai faktor penentu yang tidak bisa ditawar.
“Legitimasi lahir dari integritas, konsistensi sikap, dan keberpihakan nyata kepada kepentingan rakyat. Tanpa legitimasi, kekuatan apa pun kehilangan makna”, tegasnya.
Dalam wawancara tersebut, Sahat juga mengkritisi praktik politik yang hanya berorientasi pada kepentingan proyek dan transaksi sesaat. Menurutnya, politik semacam itu tidak akan pernah melahirkan kepemimpinan yang mandiri dan berkarakter.
“Politik yang tumbuh dari praktik menjilat kepentingan proyek mungkin terlihat aktif, tapi sejatinya miskin nilai, miskin arah, dan miskin keberanian”,ungkapnya.
Sahat menilai, tantangan terbesar politik hari ini adalah menjaga integritas di tengah tekanan kepentingan. Ia menegaskan bahwa jati diri politik diuji bukan saat kondisi aman, tetapi ketika seorang politisi harus memilih antara kepentingan publik dan kenyamanan pribadi.
“Di situlah politik diuji. Apakah kita berdiri untuk rakyat, atau justru tunduk pada transaksi dan kepentingan sesaat”, katanya.
Lebih lanjut, Sahat berharap ke depan arah politik nasional maupun daerah dapat bergerak menuju penguatan kemandirian, legitimasi, dan integritas. Ia meyakini bahwa politik yang berkarakter akan melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak pada masyarakat luas.
“Politik harus kembali pada tujuan dasarnya, yaitu pengabdian. Tanpa kemandirian dan legitimasi, politik bukan hanya kehilangan arah, tetapi juga kehilangan maknanya”,pungkas pakar politik dan Advokat ini. ( Red)
