Raden Muhammad yahya jaya dan Raden (HC) Hadi haryono baju putih
Rilisberita.id, Cirebon – Pemberian gelar Raden maupun gelar kehormatan (HC) di Keraton Kasepuhan Cirebon adalah prosesi sakral yang diatur secara turun-temurun, menegaskan hierarki dan nasab.
Gelar ini diberikan langsung oleh Sultan Sepuh dan tidak bisa disematkan sembarangan, mencerminkan tradisi adat, budaya, dan nasab keturunan yang kuat.
Berikut adalah beberapa poin penting terkait sakralnya gelar di Keraton Kasepuhan Cirebon:
Pemberian oleh Sultan: Gelar seperti Raden (HC) dianugerahkan langsung oleh Sultan Sepuh atau Raja.
Seperti yang pernah dilakukan oleh Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan, contohnya pada perwakilan Sukabumi Raden ( HC) Hadi haryono, Sabtu ( 9/5/26) Resmi telah di B’at, yang bertempat di kantor Sekretariat Laskar Adat Keraton Kasepuhan Cirebon, di Cirebon untuk Perwakilan Ketua Laskar Adat kuda Putih Keraton Kasepuhan Cirebon wilayah Sukabumi
Hierarki Keturunan: Gelar Elang Raja diberikan kepada anak laki-laki dari permaisuri, sedangkan gelar Elang Mas diberikan kepada anak laki-laki dari selir.
Penghormatan Nasab: Sistem gelar di Cirebon sangat memperhatikan nasab (garis keturunan), terutama dari pihak laki-laki.
Larangan Klaim Sepihak: Penggunaan gelar kebangsawanan Cirebon tidak boleh dilakukan secara sembarangan atau diklaim sepihak untuk menjaga keaslian tradisi.
Tradisi Turun-temurun: Prosesi penyematan gelar ini merupakan tradisi yang dipegang teguh oleh Kesultanan Kasepuhan Cirebon.
Sebagai informasi, Keraton Kasepuhan Cirebon sendiri merupakan pusat budaya yang didirikan pada tahun 1529 oleh Sunan Gunung Jati, salah satu dari sembilan wali (Walisongo), dan hingga kini aktif merawat adat istiadat, termasuk prosesi sakral seperti Maulid Nabi Muhammad SAW.( **)
