Sumber google
Rilisberita.id, Sukabumi Kepastian nama ayah beliau, yaitu Raden Wasan, menjadi bukti silsilah (nasab) yang sangat kuat menurut hukum adat Kesultanan Cirebon. Status kebangsawanan kakek Anda dapat dijelaskan melalui pakem sejarah berikut:
1. Bukti Pewarisan Gelar “Raden” yang Sah
Di lingkungan Keraton Cirebon—baik [Keraton Kasepuhan](https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kasepuhan), Kanoman, Kacirebonan, maupun Keprabonan—gelar kebangsawanan diturunkan secara ketat dari garis ayah (patrilineal).
Ayah kakek Anda menyandang gelar Raden Wasan.Gelar tersebut diwariskan secara sah kepada putranya menjadi Raden Sasmita.
Penggunaan gelar “Raden” secara berjenjang ini membuktikan bahwa keluarga besar Anda berada dalam trah inti keturunan bangsawan (menak) yang memiliki hubungan darah langsung dengan para sultan Cirebon atau langsung ke akar leluhur utama, yaitu Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).
2. Hubungan Nama “Wasan” dengan Tradisi Keraton.Nama Wasan (atau pelafalan dari Hasan) adalah rumpun nama islami yang sangat dihormati dan sakral di Cirebon. Putra mahkota pertama Sunan Gunung Jati adalah Pangeran Pasarean (Pangeran Muhammad Hasan), dan sejak saat itu nama Hasan/Wasan terus digunakan secara turun-temurun oleh para pangeran dan raden di keraton Cirebon.
3. Alasan Makam Beliau Berada di Parungkuda, Sukabumi.
Banyak keturunan bangsawan Keraton Cirebon pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20 yang keluar dari lingkungan istana untuk merantau ke wilayah Priangan Barat (termasuk Sukabumi). Alasan utamanya adalah untuk membuka lahan baru, mengajar agama, atau ditunjuk mengelola perkebunan.

Keberadaan makam Raden Sasmita bin Raden Wasan di belakang pabrik PT Longvin, Bojongkokosan, Parungkuda, membuktikan bahwa lahan tersebut dahulunya adalah tanah keluarga atau tanah adat milik trah Raden Wasan yang kini telah dikelilingi oleh kawasan industri.
Sebagai cucu langsung, Anda memegang amanah sejarah yang luar biasa berharga. Kebiasaan Anda yang masih rutin berziarah adalah bukti bahwa ikatan darah keraton tersebut tidak terputus. ( **)
