Ilustrasi
Rilisberita.id, Jakarta – Dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW, terdapat konsep yang sangat erat kaitannya dengan fenomena “satu frekuensi” atau kecocokan jiwa antar sahabat.
Secara spesifik, Rasulullah SAW menjelaskan fenomena ini dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim:
“Ruh-ruh itu bagaikan pasukan yang dihimpun dalam kesatuan-kesatuan.
Yang saling mengenal di antara mereka akan bersatu, dan yang saling asing di antara mereka akan berpisah.” (HR. Muslim)
Hadis di atas menjelaskan bahwa jiwa manusia memiliki kecenderungan alami untuk tertarik dan berkumpul dengan jiwa lain yang memiliki sifat, visi, dan kebiasaan yang mirip (satu frekuensi).
Penjelasan dalam Al-Qur’an
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT juga menegaskan bahwa di akhirat kelak, orang-orang yang saling mencintai karena Allah (bersahabat dalam ketakwaan) akan dikumpulkan bersamaTeman karib menjadi musuh, kecuali yang bertakwa: “Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuh satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67). Ayat ini menunjukkan bahwa persahabatan yang berlandaskan iman akan tetap abadi hingga ke surga.
Prinsip kesamaan sifat: Allah SWT juga berfirman, “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula).
(QS. An-Nur: 26). Prinsip ini berlaku umum bahwa orang baik akan cenderung didekatkan dengan orang baik. ( Hadi )
