Rd.Hadi haryono,C.CPL Pembina Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu
Rilisberita.id; SUKABUMI – Pembina Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu, Rd. Hadi Haryono, melontarkan peringatan keras kepada seluruh pejabat dan pihak-pihak yang selama ini meremehkan, melecehkan, bahkan melabeli wartawan dengan sebutan “Londo Ireng”.
“Hati-hati kalau wartawan sudah menggunakan fungsi kontrolnya yang sesungguhnya Negara bisa pecah”, tegas Rd. Hadi Haryono di Sukabumi, Jumat (12/09/2026).
Pernyataan ini merupakan respons atas fenomena yang terjadi belakangan ini, mulai dari viralnya akun TikTok Abah 80 yang terus menyudutkan wartawan dan LSM, hingga pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut wartawan sebagai Londo Ireng.
APA ITU KONTROL WARTAWAN
Menurut Rd. Hadi, banyak pejabat yang lupa bahwa wartawan adalah Pilar Ke-4 Demokrasi ,setelah Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Kekuatannya diatur langsung oleh konstitusi.
Fungsi kontrol wartawan diatur dalam:
1. Pasal 28F UUD 1945: Setiap orang berhak mencari, memperoleh, dan menyebarkan informasi.
2. UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers Pasal 6: Pers berperan sebagai pengawas, koreksi, dan kontrol sosial terhadap kepentingan publik.
JIKA KONTROL WARTAWAN DIJALANKAN PENUH, INI DAMPAKNYA.
Rd. Hadi menjelaskan, selama ini wartawan Sukabumi masih sangat santun dan humanis dalam pemberitaan. Masih banyak yang ditutupi demi menjaga kondusifitas daerah.
“Tapi kalau wartawan sudah muak dan menggunakan kontrolnya 100 persen tanpa rem, apa yang terjadi?” tanya Rd. Hadi.
Adapun rincian sebagai berikut
1. Semua Kasus Korupsi Dibongkar Tanpa Ampun: Tidak ada lagi yang ditutupi. Dari korupsi bansos, proyek jalan mangkrak, hingga pungli di dinas, semua akan naik menjadi headline nasional setiap hari.
2. Kepercayaan Publik Runtuh: Jika setiap hari media menyajikan bobroknya pejabat, rakyat akan kehilangan kepercayaan total kepada pemerintah. Rakyat bisa tidak mau bayar pajak, tidak mau ikut program pemerintah. Itu awal negara pecah.
3. Investor Kabur, Ekonomi Hancur: Berita buruk tentang korupsi dan pelayanan buruk yang masif akan membuat investor takut masuk ke Sukabumi. Lapangan kerja hilang, pengangguran meningkat.
4. Konflik Horizontal: Pemberitaan yang terus-menerus tanpa solusi bisa memicu amarah rakyat dan bentrok dengan aparat.
“Jadi jangan main-main dengan wartawan! Wartawan itu diam bukan karena takut, tapi karena masih menjaga. Kalau sudah bergerak dengan fungsi kontrolnya, pejabat yang korup itu yang akan pecah duluan, baru negara bisa pecah karena ulah mereka,” tegas Rd. Hadi.
PESAN UNTUK ABAH 80 DAN PEJABAT
Rd. Hadi meminta agar Akun TikTok Abah 80 berhenti menjadi provokator yang mengadu domba rakyat dengan wartawan dan LSM.
” Akun titktok Abah 80 seakan-akan paling suci. Padahal wartawan dan LSM itu yang selama ini menutupi borok-borok pejabat agar Sukabumi tetap kondusif. Sekali wartawan bongkar, habis kalian! Jadi jangan usik wartawan, usiklah pejabat korup” pungkasnya.
Ia juga mengingatkan para pejabat di Kabupaten Sukabumi untuk tidak alergi kritik dan tidak berlindung di balik istilah Londo Ireng untuk membungkam pers.
Wartawan itu mitra, bukan musuh. Kalau mitra sudah dijadikan musuh, negara ini yang rugi.
Narasumber: Rd. Hadi Haryono – Pembina Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu
Penulis: Tim Redaksi.
