Rilisberita.id, SUKABUMI – Hati-hati Proyek miliaran yang seharusnya jadi kebanggaan warga, jangan sampai diduga nantinya berubah jadi bancakan dan bencana lingkungan.
Sebuah proyek Penggantian Jembatan di Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda dengan nilai fantastis
Rp3.153.196.855,00 kini berada di bawah pengawasan ketat publik.
FAKTA PROYEK RP3,1 MILIAR:
Nama Paket : Penggantian Jembatan Ruas Jalan Kompa – Cipamulaan
Lokasi. : Desa Kompa, Kec. Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.
Pelaksana : CV. Makmur Jaya
Anggaran : Rp3.153.196.855,00 – APBD Kabupaten Sukabumi 2026
Penanggung Jawab: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi
Durasi : 125 Hari Kalender
Angka yang tidak sedikit. Itu uang pajak rakyat.
BOM WAKTU: BERDAMPINGAN DENGAN SUNGAI.
Yang membuat geram, lokasi jembatan ini berdampingan langsung dengan sungai.
Kondisi ini dinilai sangat rawan diduga disalahgunakan.
“Kami ingatkan! Awasi proyek ini 24 jam kami awasi, kami takut ada dugaan penggunaan material dari sungai secara ilegal. Ambil pasir, batu, urugan gratis dari sungai, tapi di laporannya dibayar harga toko. Itu penipuan negara”, semprot Rd. Hadi Haryono Aktivis Peduli Pembangunan sekaligus Pembina Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu, Sabtu (12/09/2026).
Rd. Hadi menegaskan” Apabila mengambil material dari sungai tanpa izin Galian C itu melanggar hukum. Dampaknya dobel: negara rugi, lingkungan rusak, dan jembatan cepat ambruk, maka dari itu saya berharap kepada masyarakat awasi proyek tersebut” pinta Rd.Hadi.
3 PESAN KERAS UNTUK DINAS PU dan CV. MAKMUR JAYA
1. JANGAN MAIN-MAIN DENGAN MATERIAL
Buktikan asal-usul pasir dan batu. Wajib ada nota pembelian resmi. Jangan ada dugaan pasir ajaib yang muncul dari sungai.
2. BUKA-BUKAAN SAJA
Pasang papan proyek yang jelas. 125 hari kerja itu mepet. Rakyat berhak tahu progresnya tiap minggu.
3. INGAT! INI UANG RAKYAT
Rp3,1 Miliar itu untuk bikin jembatan 20 tahun kekuatannya bukan jembatan 2 tahun kekuatannya . Kalau asal-asalan, yang celaka warga Kompa-Cipamulaan,hati hati jangan Asal jadi.
KOMITMEN WARTAWAN: AKAN TURUN GUNUNG
Rd. Hadi memastikan Forum Komunitas Wartawan Sukabumi Bersatu akan melakukan investigasi lapangan, dokumentasi, dan cek mutu beton dalam waktu dekat.
“Kami tidak anti pembangunan. Kami anti korupsi. Jembatan bagus kami dukung. Tapi kalau ada main mata, kami sikat”, tegas Rd.Hadi haryono.
Rakyat Desa Kompa menunggu. Apakah jembatan ini akan jadi bukti kerja nyata, atau jadi bukti kebobrokan baru?
Narasumber: Rd. Hadi Haryono – Peduli Pembangunan.( *)
–
